Derasnya hujan malam ini
Itulah air mata ku yang jatuh
Jatuh saat hati merindukanmu
Rindu akan hangatnya pelukanmu

Kerasnya suara petir yang menggelegar
Itulah suara jerit tangis haitku
Yang menjerit memanggil namau
Sayang …
Hanya kalimat itu yang mampu terucap
Saat bibir ini mulai membeku dan membisu
Tatkala dingin malam menguasai jiwaku
Dan saat itulah aku sadar
Jejak langkahmu telah terhapus air mataku
Layak jejak kaki binatang
Yang hilang terhapus derasnya hujan
Mungkinkah…
Kau akan kembali tuk hapus air mata ini
Ataukah…
Selamanya air mata ini terus mengalir
Bagai derasnya hujan malam ini
Yang tak kujung reda
Sayang…
Malam ini aku rindu kehadiranmu
Rindu akan hangatnya pelukanmu
Itulah air mata ku yang jatuh
Jatuh saat hati merindukanmu
Rindu akan hangatnya pelukanmu

Kerasnya suara petir yang menggelegar
Itulah suara jerit tangis haitku
Yang menjerit memanggil namau
Sayang …
Hanya kalimat itu yang mampu terucap
Saat bibir ini mulai membeku dan membisu
Tatkala dingin malam menguasai jiwaku
Dan saat itulah aku sadar
Jejak langkahmu telah terhapus air mataku
Layak jejak kaki binatang
Yang hilang terhapus derasnya hujan
Mungkinkah…
Kau akan kembali tuk hapus air mata ini
Ataukah…
Selamanya air mata ini terus mengalir
Bagai derasnya hujan malam ini
Yang tak kujung reda
Sayang…
Malam ini aku rindu kehadiranmu
Rindu akan hangatnya pelukanmu