Akhirnya
Kak Dimas mengalah dan menuruti perkataan kak Rangga supaya berhenti memarahiku. Kini hatiku mulai merasa tenang karena kak Dimas berhenti memarahiku dan pada saat kak Dimas berlalu pergi meninggalkan aku dan kak Rangga di tengah halaman sekolah. Tiba-tiba beberapa saat kemudian kak Rangga menimpukku dengan telur dan dilanjut oleh kak Dimas serta
kawan-kawan ada yang menaburi aku dengan tepung, bahkan ada pula yang menyiram
aku dengan air bunga 7 rupa. Pada saat itulah aku tersadar bahwa hari ini
adalah hari ulang tahunku betapa kaget dan senangnya hatiku ternyata semua ini
hanyalah sebuah drama yang dilakukan dan telah direncanakan oleh kakak dewan untuk
kami peserta MOS di SMA Bina Mandiri.
Kak
Rangga menyuruh peserta MOS untuk menyanyikan lagu selamat ulang
tahun untukku. Aku merasa bahagia tapi masih bercampur rasa takut karena di marahi oleh kak Dimas tadi. setelah itu kak Dimas bilang "saya sebagai ketua dewan MOS sekaligus mewakili kakak-kakak dewan yang lainnya meminta maaf kepada kalian terutama kepada Novaliani yang telah di marahi tanpa sebab. Jika ada kekerasan kami minta maaf."
tahun untukku. Aku merasa bahagia tapi masih bercampur rasa takut karena di marahi oleh kak Dimas tadi. setelah itu kak Dimas bilang "saya sebagai ketua dewan MOS sekaligus mewakili kakak-kakak dewan yang lainnya meminta maaf kepada kalian terutama kepada Novaliani yang telah di marahi tanpa sebab. Jika ada kekerasan kami minta maaf."
Setelah
selesai acara MOS kami langsung pulang dan hari ini juga kami
telah resmi menjadi siswa di SMA Bina Mandiri. Aku diantar kak Dimas
sebagai permintaan maaf, awalnya sih aku menolak tetapi kak Dimas tetap memaksa jadi akhirnya aku pulang diantarkan oleh kak Dimas. Dalam hatiku berkata "aduh senangnya dianterin pulang sama kak Dimas cowok idaman sekaligus selebriti di SMA Bina Mandiri". Sesampainya di rumah aku meminta kak Dimas untuk mampir ke rumahku tapi kak Dimas menolak..
telah resmi menjadi siswa di SMA Bina Mandiri. Aku diantar kak Dimas
sebagai permintaan maaf, awalnya sih aku menolak tetapi kak Dimas tetap memaksa jadi akhirnya aku pulang diantarkan oleh kak Dimas. Dalam hatiku berkata "aduh senangnya dianterin pulang sama kak Dimas cowok idaman sekaligus selebriti di SMA Bina Mandiri". Sesampainya di rumah aku meminta kak Dimas untuk mampir ke rumahku tapi kak Dimas menolak..
"kak, mampir dulu ke rumah Nova"
"nggak usah Nov Makasih, lain waktu aja mampirnya udah
sore nih"
"ya udah kalau nggak mau mampir, makasih kak udah mau
nganterin Nova
sampai rumah"
sampai rumah"
"iyah! sama-sama. Kak Dimas pamit pulang dulu ya"
setelah
itu kak Dimas langsung pulang. Tadinya sih aku berharap kak
Dimas mau mampir ke rumahku tapi kak Dimas nggak mau mungkin belum
waktunya kali.
Dimas mau mampir ke rumahku tapi kak Dimas nggak mau mungkin belum
waktunya kali.
"assalamu'alaikumu wr.wb"
"wa'alaikum salam wr.wb, loh kok udah pulang Nov.
Pulang sama siapa ?"
tanya kak Rezza
"pulang ama kak Dimas kak" jawabku sambil melepas
sepatu
"Dimas siapa tuh pacar loe ya De?"
"iih kak Rezza apaan sih. Bukan kok itu kakak kelas
Nova, lagian juga
mana ada yang suka sama cewek penakut dan manja kaya Nova"
mana ada yang suka sama cewek penakut dan manja kaya Nova"
"jangan ngomong seperti itu. Semua orang berhak
mencinta dan di cinta cuma soal waktu saja kapan cinta itu datang. Ya udah sana
mandi bajunya kotor kaya gitu emang. habis ngapain?"
"iya sih kak, tapikan Nova masih kecil belum ngerti
apa-apa tentang
cinta. Oh ini! Nanti aja kak ceritanya setelah mandi"
cinta. Oh ini! Nanti aja kak ceritanya setelah mandi"
Senja
kini bersinar di ufuk kalbuku mengantarkan sang mentari kembali
ke peraduannya dan menyambut sang bulan yang akan menerangi gelapku di
malam nanti. Malam yang indah berhiasakan bintang, di ruang keluarga
aku ceritakan semua pengalamanku waktu MOS. Mamah, Papah dan kak Rezza hanya tertawa mendengarkan ceritaku. Kini di setiap sudut ruangan penuh dengan canda tawa dan tak ada duka di malam ini.
ke peraduannya dan menyambut sang bulan yang akan menerangi gelapku di
malam nanti. Malam yang indah berhiasakan bintang, di ruang keluarga
aku ceritakan semua pengalamanku waktu MOS. Mamah, Papah dan kak Rezza hanya tertawa mendengarkan ceritaku. Kini di setiap sudut ruangan penuh dengan canda tawa dan tak ada duka di malam ini.
Setelah
selesai aku bercerita kepada mereka. Papaj mengajakku ke
Restaurant tempat biasa kami makan untuk merayakan hari ulang tahunku.
Walau tak semeriah yang aku harapkan namun membuatku bahagia bisa
makan bersama keluarga tercinta. Kami menghabiskan malam yang indah
dengan penuh kebahagiaan dan ku lihat senyum di wajah mereka membuat
Restaurant tempat biasa kami makan untuk merayakan hari ulang tahunku.
Walau tak semeriah yang aku harapkan namun membuatku bahagia bisa
makan bersama keluarga tercinta. Kami menghabiskan malam yang indah
dengan penuh kebahagiaan dan ku lihat senyum di wajah mereka membuat
ku semakin bahagia.
Sekitar
pukul 22.00 WIB kami pulang kerumah. Karena lelah, letih yang aku rasa
gara-gara MOS terakhir aku langsung menuju kamarku. Hari yang melelahkan bagiku
sekaligus hari yang bahagia untukku. Aku terlelap dalam gelap malam sampai pagi
datang menjelang.