Berjuang di Medan Penantian

Izal Noera
        Hampir setiap malam selalu ada air mata yang basahi tempat tidurku saat aku mulai mengingat masalalu. Masalalu yang membuatku rapuh & tak mampur berdiri lagi. Dan hampir setahun aku memendam rindu yang terlarang, rindu yang menyakitkan hati. Akankah aku mati terbunuh sepi
dalam medan penantian, sebuah penantian yang sedang ku jalani.

       Telah berbagai cara aku lakukan untuk luluhkan hatimu lagi tapi sampai
saat ini kau tak perdulikanku. Cinta telah aku berikan bahkan hati & hidupku telah aku persembahkan untukmu. Tapi, apa yang aku terima darimu sayang ? Kau beri aku cinta
sesaat. Kini cintaku kau balas dengan seribu luka, luka hati yang belum terobati.

     Sayang.. Kini aku berjuang di medan penantian berharap perjuanganku tidak sia-sia. Walau terik matahari membakar kulit daku takkan lelah tuk berjuang. Biarlah tubuh ini semakin rapuh termakan oleh usia & darahku pun mulai mengalir membanjiri bumi pertiwi karena kau terlalu
sering goreskan luka di hati. Tapi aku akan tetap & terus berjuang memperjuangkan cinta ini meski pun aku tahu mencintaimu memilukan hati.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunkung ke website kami. Kami akan segera membalas komentar Anda
Posting Komentar
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.